Ada empat jenis firewall, atau lebih tepatnya tiga jenis ditambah dengan satu tipe hybrid
(campuran). Disini kita tidak akan membahas setiap jenis secara rinci karena itu membutuhkan
pembahasan tersendiri yang lebih teknis dan umumnya sudah tersedia dalam dokumentasi-
dokumentasi tentang firewall. Keempat jenis tersebut masing-masing adalah:
clip_image001
1. Packet Filtering: Firewall jenis ini memfilter paket data berdasarkan alamat dan opsi-opsi
yang sudah ditentukan terhadap paket tersebut. Ia bekerja dalam level IP paket data dan
membuat keputusan mengenai tindakan selanjutnya (diteruskan atau tidak diteruskan)
berdasarkan kondisi dari paket tersebut. Firewall jenis ini terbagi lagi menjadi tiga subtipe:
o
o
o
Static Filtering: Jenis filter yang diiplementasikan pada kebanyakan router, dimana
modifikasi terhadap aturan-aturan filter harus dilakukan secara manual.


Dynamic Filtering: Apabila proses-proses tertentu di sisi luar jaringan dapat
merubah aturan filer secara dinamis berdasarkan even-even tertentu yang diobservasi
oleh router (sebagai contoh, paket FTP dari sisi luar dapat diijinkan apabila
seseorang dari sisi dalam me-request sesi FTP).
Stateful Inspection: Dikembangkan berdasarkan teknologi yang sama dengan
dynamic filtering dengan tambahan fungsi eksaminasi secara bertingkat berdasarkan
muatan data yang terkandung dalam paket IP.
Baik dynamic maupun stateful filtering menggunakan tabel status (state table) dinamis yang
akan membuat aturan-aturan filter sesuai dengan even yang tengah berlangsung.
2. Circuit Gateways: Firewall jenis ini beroperasi pada layer (lapisan) transpor pada network,
dimana koneksi juga diautorisasi berdasarkan alamat. Sebagaimana halnya Packet Filtering,
Circuit Gateway (biasanya) tidak dapat memonitor trafik data yang mengalir antara satu
network dengan network lainnya, tetapi ia mencegah koneksi langsung antar network.
3. Application Gateways: Firewall tipe ini juga disebut sebagai firewall berbasis proxy. Ia
beroperasi di level aplikasi dan dapat mempelajari informasi pada level data aplikasi (yang
dimaksudkan disini adalah isi [content] dari paket data karena proxy pada dasarnya tidak
beroperasi pada paket data). Filterisasi dilakukan berdasarkan data aplikasi, seperti perintah-
perintah FTP atau URL yang diakses lewat HTTP. Dapat dikatakan bahwa firewall jenis ini
“memecah model client-server”.
4. Hybrid Firewalls: Firewall jenis ini menggunakan elemen-elemen dari satu atau lebih tipe
firewall. Hybrid firewall sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Firewall komersial yang
pertama, DEC SEAL, adalah firewall berjenis hybrid, dengan menggunakan proxy pada
sebuah bastion hosts (mesin yang dilabeli sebagai “gatekeeper” pada gambar 1) dan packet
filtering pada gateway (“gate”). Sistem hybrid seringkali digunakan untuk menambahkan
layanan baru secara cepat pada sistem firewall yang sudah tersedia. Kita bisa saja
menambahkan sebuah circuit gateway atau packet filtering pada firewall berjenis
application gateway, karena untuk itu hanya diperlukan kode proxy yang baru yang ditulis
untuk setiap service baru yang akan disediakan. Kita juga dapat memberikan autentifikasi
pengguna yang lebih ketat pada Stateful Packet Filer dengan menambahkan proxy untuk
tiap service.
Apapun basis teknologi yang digunakan, sebuah firewall pada dasarnya berlaku sebagai sebuah
gateway yang terkontrol di antara dua atau lebih network dimana setiap trafik harus melewatinya.
Sebuah firewall menjalankan aturan sekuriti dan meninggalkan jejak yang dapat ditelusuri.

Jika Sudah Membaca di KLIK yaa :

Title Post: Firewall
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Author: HABBIL TKJ
Terimakasih sudah berkunjung di blog Habbil TKJ 1™, Jika ada kritik dan saran silahkan tinggalkan komentar.


Artikel Menarik Lainya :

Posting Komentar




Butuh Bantuan Live? Silakan Hub Saya Via Facebook !

 
. Habbil TKJ 1™: Firewall - All Rights Reserved
Template by : Citra Blog | Didukung oleh : Allah SWT | Blogger | Google